Bisnis Klinik Yang Pemiliknya Tak Harus Dokter.

Bisnis klinik kesehatan makin tumbuh subur dan menjamur di mana-mana.
Kesadaran masyarakat akan kesehatan menopang kegairahan usaha ini. Selain
melayani pengobatan, klinik itu juga melayani jasa pengecekan kesehatan.
Maklum, biasanya usaha klinik kesehatan ini juga dilengkapi dengan jasa
laboratorium kesehatan.

Salah satunya adalah Pusat Diagnostik Budi Sehat. Laboratorium ini
didirikan oleh Boedijanto dan Hilda Widhyani di Surakarta pada 1982. Kedua
pendiri sekaligus pemilik Budi Sehat ini juga berprofesi sebagai dokter.

Tak heran, karena sudah berdiri puluhan tahun, Caroline, Franchise Manager
Budi Sehat, mengklaim bekal pengalaman yang sudah diperoleh merupakan
keunggulan mereka. Selain itu, peralatan laboratorium yang modern didukung
oleh sistem informasi yang sudah terkomputerisasi menjadi kelebihan
lainnya. "Budi Sehat berani bersaing dengan klinik lain yang telah ada,"
ujarnya.

Pusat diagnostik ini menawarkan berbagai layanan cek kesehatan. Di
antaranya, rontgen, mammografi, pap smear, USG, hingga rekam kesehatan
jantung.

Saat ini, Budi Sehat memiliki satu cabang di Sragen, Jawa Tengah. Untuk
memperluas jaringan usaha klinik tersebut, manajemen Budi Sehat menawarkan
peluang waralaba bagi masyarakat. Tawaran ini mulai berlangsung pertengahan
tahun 2010.

Tiga paket investasi

Bagi investor yang berminat, Budi Sehat menawarkan tiga paket waralaba.

Pertama, Paket Pratama dengan nilai investasi Rp 50 juta. Paket ini hanya
melayani lima jasa kesehatan, seperti jasa laboratorium klinik, rontgen,
rekam kesehatan jantung, pap smear, dan home care.

Kedua, Paket Madya dengan nilai investasi Rp 100 juta. Jenis layanan
kesehatan yang diberikan antara lain laboratorium klinik, rontgen,
panoramic, USG, rekam jantung, pap smear, dan home care.

Ketiga, Paket Utama senilai Rp 150 juta yang mencakup layanan semua Paket
Madya dengan tambahan beberapa layanan lainnya, seperti, audiometri dan
spirometri.

Calon mitra akan memperoleh fasilitas produk dan alat kerja sesuai dengan
paket yang diinginkan. Selain itu, terwaralaba Budi Sehat juga akan
menerima konsultasi manajerial, bantuan desain tempat klinik, pelatihan
awal dan pelatihan lanjutan secara berkala. "Kami juga mengaudit manajemen
mutu secara rutin," ujar Caroline.

Manajemen Budi Sehat mengutip biaya royalti 5% dari omzet per bulan. Kerja
sama waralaba ini berlangsung selama tujuh tahun dan bisa diperpanjang
sesuai dengan perjanjian kedua pihak setelah masa kerja sama usai. Mitra
harus membeli bahan baku dari pusat untuk memenuhi standar kualitas dan
mutu.

Konsultan wirausaha A. Khoirussalim berpendapat, prospek klinik kesehatan
sejatinya cukup bagus. Pasalnya, setiap orang pasti menginginkan selalu
sehat. Namun, bisnis ini menjadi padat modal karena peralatan klinik yang
relatif mahal.

Alhasil, waktu balik modal dari usaha ini pun menjadi lebih lama
dibandingkan dengan investasi di bidang bisnis lain yang lebih murah.
"Analisis bisnis yang cermat dan keberanian mengambil risiko adalah modal
untuk memasuki bisnis di sektor kesehatan seperti ini," ujarnya. Tak heran,
biasanya, investor yang berkecimpung di bidang kesehatan lebih tertarik
dengan usaha yang seperti ini.

Lab. Budi Sehat
Jl. S Parman No. 131
Surakarta, Jawa Tengah
Telp. (0271)3029199

Komentar

Postingan populer dari blog ini

An Evening in Paris.(Film India Jadul).

Laba Dari Tas Kaum Hawa.